Wisata

Label-2

Label-3

by : Unknown
Untuk menjadi pengusaha sukses, sudah semestinya kita memiliki kebiasaan kebiasaan yang positif dan mendasar. Kebiasaan ini pulalah yang sudah dilakakukan oleh para pengusaha pengusaha sukses.
Ada enam Keiasaan Mendasar para pengusaha sukses yang patutut untuk ditiru.
Pertama Membiasakan diri bangun pagi.
Bangun pagi merupakan sebuah langkah awal untuk menjadi orang sukses, bagi seorang mukmin sudah diwajibkan baginya untuk bangun pagi sebelum subuh antara pukul 4 hingga 5 pagi, sebagai awal melaksanakan shalat subuh.
Dengan membiasakan diri bangun pagi kita bisa lebih mudah untuk mekakukan pekerjaan yang lebih bermanfaat untuk membuat sebuah perencanaan walau hanya sekedar memuat jurnal atau rencana mingguan dan juga untuk berolahraga agar badan tetap sehat.
Kedua  Memfoskuskan hal yang lebih penting.
Memang betul, fokus pada hal yang lebih penting cukup sulit untuk dikerjakan terutama bagi para pengusaha pemula, mahasiswa yang berisnis. Kefokusan kita kadang teralihkan oleh hal hal yang tidak penting sebut saja sosal media, yang mungkin saja dialihkan dengan hanya sekedar mengecek satatus Faceook atau twitter kita.  
Ketiga  Memiliki obsesi untuk menghasilkan nilai (value) yang lebih baik
ada yang mengatakan, bila ingin sukses anda harus menghasilkan produk atau jasa yang mampu memenuhi keinginan pelanggan. Tetapi untuk menjadi pembisnis sukses anda harus mampu menghasilkan produk dan jasa dengan value (nilai) lebih bagi masyarakat, baik itu berupa produk, proses, komunikasi, follow-up, servis, konten, hubungan dan konteks yang bernilai. Di segemen ini seorang pembisnis tidak sekedar bisa memenuhi keinginan customer.

Keempat menjaga kesehatan itu sangat penting

Dalam manjalankan sebuah bisnis kita memerlukan ketahanan fisik serta ketehanan mental. Di sisi ini seorang pemisnis atau pengusaha harus tetap meperhatikan dan manjaga stamina agar selalu memiliki energi yang tinggi sepanjang hari. Pengusaha yang sukses memiliki kebiasaan yang sehat dengan selalu berolahraga, makan makanan yang sehat dan beristirahat yang cukup. Bila kita telah melakukan kebiasaan sehat ini maka kita telah berinvestasi untuk membuat kerja kita lebih podukif.

Kelima  tetap mencari tahu kesenjangan dengan customer

Seorang pengusaha sukses selalu bertanya apa yang kurang dari bisnisku? Bukan malah sebaliknya enggan untuk dikritisi dan di beri masukan.

Keenam  Suka  belajar dan berbagi

Banyak para  pengusaha yang sukses mengembangkan bisnisnya, dan perusahaan bisa melakukan penjualan yang tinggi. Untuk menjadi pengusaha kita harus selalu belajar, tetapi pengusaha yang sukses juga harus mampu membagikan kiat-kiat suksesnya kepada karyawannya bahkan kepada pengusaha lainnya agar mencapai kesuksesan seperti dirinya. Bukan hanya sekedar membagikan tips tapi juga senang berbagi materi atau atau dalam istilah muslim disebut bersedekah





Posted on : [1] comments Label:

Cara Baru Dalam Berbisnis

by : Unknown
Inil adalah tulisan ke 2 dari Om Anas Amrullah, Dewan Penasehat TDA Mataram yang mengambil tema "Cara Baru Berbisnis #2. tulisan ini mengulas soal seseoarang bernama Richard Branson yang membuat sebuah gerakan kewirausahaan "CAPITALISM 24902.

Dalam tulisan sebelumnya ia membahas cara baru berbisnis dengan mengandalkan orang lain untuk mengembangkan usaha ke seluruh dunia untuk mencetak wirausahawan yang mau melakukan bisnis dengan cara yang berbeda. 

"Mengembangkannya dengan melibatkan masyarakat dan mencari kemakmuran bersama". 

Mengulas isi Buku Screw Business as Usual, Ricard Brnason mencontohkan prilaku bisnis yang semakin menegaskan bagaimana cara baru dalam berbisnis yang dilakukan oleh sebagian pelaku bisnis saat ini. 

Berikut ini adalah contoh prilaku bisnis yang mungkin bisa menginspirasi kita dalam menjalakan bisnis untuk skala apapun.
Muhamad Yunus, seorang doktor ekonomi lulusan Vanderbilt University AS, yang berhenti dari jabatannnya sebagai pengajar di Middle Tennessee State University, kembali ke negaranya, Bangladesh, untuk berkarya bagi negaranya.
kita ketahui pada waktu itu bencana kelaparan yang melanda Bangladesh tahun 1974 mendorongnya untuk mengulurkan bantuan dalam bentuk pinjaman ringan bagi orang-orang miskin.
Semula kepada seorang ibu yang membuat meja kursi berbahan bambu untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 
Lalu kemudian Profesor Yunus mengeluarkan uang senilai AS$27 (Rp.324.000) dari kantongnya yang dibagi 42 keluarga untuk membeli bambu. 
Rupanya uang yang bagi orang lain tak berarti itu mampu memutar roda perekonomian warga desa. Belakangan ibu itu mengembalikannya kepada Yunus.
Merasa telah menemukan jalan untuk membantu negaranya, Yunus mendirikan semacam bank desa, kemudian diberi nama Grameen (dalam bahasa Bengal yang artinya “bank desa’). Ia mencari filantrop di banyak negara untuk memutar uang di bank itu, tentu tidak disertai harapan sebagaimana berinvestasi di bank biasa. Rupanya berhasi, sampai awal tahun 2000-an nilai akumulasi kredit bank itu mencapai AS$10,89 miliar (hampir Rp.130 triliun). Hebatnya, tingkat pengembaliannya mencapai 96,89%. Tidak ada bank lain di dunia yang tingkat kredit macetnya dibawah 4% seperti Grameen.
Ekonomi kerakyatan yang dikembangkan Yunus kemudian melebar ke banyak sektor usaha. Ketika bekerja sama dengan produsen Yoghurt asal Prancis, Danone, Yunus berhasil menciptakan jutaan wirausahawan kecil baru di negaranya.
Karena kiprahnya tersebut, Profesor Muhamad Yunus dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian Dunia tahun 2006.
Apa yang dilakukan oleh Muhamad Yunus, sejalan dengan pemikiran Ray Anderson, pendiri Interface Inc., “Bisnis memang harus terus hidup untuk memperoleh laba. Tapi itu tidak cukup baik. Menurut saya, bisnis harus menghasilkan laba agar terus bisa eksis dan berkembang. Tentu saja berkembang secara terhormat dan membawa kebaikan bagi masyarakat.”
Semangat yang sama, dilakukan oleh Yin Guoxin. Tiga puluh tahun yang lalu, sebelum memimpin perusahaan garmen raksasa Tiongkok, Cheng Feng Group, yang memasok 400 juta potong pakaian per tahun bagi belasan merk busana ternama di AS, Eropa dan Jepang. Yin adalah pegawai biasa di perusahaan garmen kecil milik pemerintah. Yin keluar dari perusahaan pemerintah tersebut, lalu mendirikan Chen Feng.
Yin mengelola usahanya dengan kesadaran lingkungan yang tinggi, jauh sebelum dunia dipenuhi oleh seruan hemat energi dan perlindungan lingkungan. Yin menampung air hujan sebagai bahan utama untuk pabriknya, baik untuk mencuci bahan baku atau untuk keperluan orang lain. Air limbah pabriknya juga diolah, racun dan zat kimia diurai dan setelah bersih digunakan juga untuk menyiram ladang. Ia juga melakukan upaya penghematan, dengan menerapkan prinsip hemat energi.
Yin melakukan hal itu jauh sebelum kampanye penghematan digalakkan, sebelum pemerintah Tiongkok mencanangkan target pengehematan listrik. Saat ini, inisiatif lingkungan semacam itu sangat menarik. Tapi bagi Yin dan Chen Feng, inilah perbuatan benar yang harus dilakukannya dan tak mau membesar-besarkannya. Oleh karena itu tidak mengejutkan jika Chen Feng menjadi perusahaan Cina pertama yang bergabung dalam Fair Labor Association. Pemimpin Fair Labor Association, Auret Van Heerden, mengatakan “kesadaran akan tanggung jawab sosial dan lingkungan tumbuh di kalangan indutriawan di Cina karena terinspirasi dari Mr. Yin.”
Cara berbisnis yang melibatkan masyarakat, menciptakan kemakmuran bersama, memiliki tanggung jawab sosial serta peduli pada lingkungan, sudah banyak dilakukan oleh perusahaan dan pelaku usaha di luar sana maupun di Indonesia. Kapan kita ikut merubah cara bisnis kita seperti contoh di atas? Kita pasti bisa melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Muhamad Yunus, Mr. Yin, tentunya dengan kesadaran dalam diri kita bahwa bisnis bukan semata menghasilkan laba, tetapi bisnis harus bisa memberikan kemakmuran bersama dan membawa kebaikan bagi masyarakat.
Jika para pelaku bisnis secara konsisten bertindak dengan cara yang bertanggung jawab pada sosial dan lingkungan, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik dan adil. Keadilan akan terjadi. Orang miskin akan terangkat dari kemiskinan.
Bisnis seperti biasa akan ditinggalkan, dan setiap orang akan punya cara yang bisa menaikkan taraf hidupnya sendiri, tanpa tergantung pada pemberian orang lain atau amal. Hebatnya, semua itu akan bagus buat bisni dan akhirnya di masa depan menjadi satu-satunya cara yang membuat bisnis itu maju.

‪#‎Berbuat‬ baik itu bagus untuk bisnis. 
Sumber : SCREW BUSINESS AS USUAL (Richard Branson)

Posted on : [1] comments Label:

Oke, Nanti Saya Hubungi Ya

by : Unknown
Sebagai seorang pembisnis yang  menawarkan barang atau jasa kepada Calon Client anda, pasti anda sudah mengalami hal ini, biasanya calon client kita berkata "oke, nanti kami hubungi Ya". 

Andapun mulai berbunga bunga, wajar karena itu akan mendatangkan keuntungan untuk anda dan perusahaan anda. Seoalah memberi harapan yang pada akhirnya hanya isapan jempol belaka. 

Berdasarkan pengalaman kami atau anda juga pernah mengalaminya, kebanyakan diantara meraka ini tidak jadi membeli produk atau menerima tawaran jasa kita, "koq berhari hari tidak di hubungi juga ya". 

Yah, mungkin saja dengan bebagai pertimbangan calon client tidak jadi, faktornya bisa jadi belum punya uang, faktornya bisa jadi ada lebih baik dari produk yang anda tawarkan, bisa jadi menemukan harga yang lebih murah dari harga yang anda tawarkan, atau bisa jadi hanya sekedar iseng iseng survei harga barang. Sehingga menolak dengan cara halus melalui kata kata Besok saya hubungi/kapan kapan saya hubungi. 

Jika anda menemukan kejadian seperti ini, jangan sekali kali anda memaksa nanun tetap anda harus melakukan Folow Up dan yakinkan bahwa apa yang anda tawarkan benar benar menjadi kebutuhan mereka. 

Sebab kalau anda memaksa bisa jadi meraka benar benar tidak jadi karena sikap kita yang memaksa, saya rasa sebagai seoang pembisnis anda paham..

Oke sekian dulu ya, jika anda punya cerita atau tips kirim saja ke email : komunitasbloggerlombok@gmail.com  


Posted on : [0] comments Label:

Tips Membangun Jaringan Dalam Bisnis

by : Unknown
Apa kaba para pembisnis?semoga anda diberikan keluasan rizki. Baiklah kali ini kami ingin kembali bicara soal bisnis, khusus tetang rumus rumus menjalin sebuah jaringan dalam bisnis. 

Dalam sebuah bisnis, jaringan sangat penting untuk meningkatkan omzet penjualan dan sebagainya. Sehingga mejalin jaringan dengan kedekatan atau hubungan yang baik begitu sangat penting untuk dijaga. 

Tidak semua orang bisa membangun atau menjaga itu, lalu bagamana caranya? berikut ini beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk membangun jaringan bisnis anda. 

1. Senantiasa memperbarui jaringan 
Artinya, catatlah dengan rapi sehingga anda punya data, lengkap dengan kontak mereka, lalu kemudian periksa apakah jangan jangan dari sekian banyak kontak jaringan yang anda miliki ada yang menghilang.

2. Menghargai setiap orang, siapapun itu.
Mungkin saja orang orang yang ada dalam jaringan yang sudah anda datakan dalam memory booknya memiliki kesibukan masing masing. Dalam hal ini anda harus bisa bersikap menghargai jangan sekali kali bersifat memaksakan kehendak saat anda melakukan promotion kepadanya. Jika ditolak, tetaplah bijak bersikap menghargai.  

3. Mengetahui Segmentasi.
Anda jangan asal promo saja, tidak tau segemen sehingga membuat jaringan yang anda merasa bosen bersama anda. Untuk bisa memasarkan produk Anda dengan sukses, maka Anda pun harus bisa menentukan segmen atau target market yang tepat. Memeatakan bahwa orang orang itulah yang akan menjadi sasaran anda. Jika hubungan dengan target market bisnis Anda berlangsung baik, ini akan menjadi aset yang membedakan bisnis Anda dengan kompetitor.

4. uat lebih pribadi atau kedekatan emosional.
Kemampuan utuk bisa menjaga hubungan personal yang baik adalah nilai plus bagi seorang pembisnis. Buatlah setiap klien anda merasa  bahwa diri mereka spesial dan Anda selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jikaclient sudah merasa puas dengan hasil kerja Anda, sangat mungkin untuk bisa menjadikan anda patner dalam  mengembangkan sebuah bisnis. *ciputra
Posted on : [0] comments Label:

4 Tips Memulai Bisnis Untuk Mahasiswa

by : Unknown
Ilustrasi Google
Sobat Blogger Lombok, ini tips kami ambil dari tips bisnis ciputra, ada beberapa yang disarankan buat mahasiswa yang ingin memulai bisnis..

Apa saja itu? Ok deh sebelum memulai membahas tips bisnis. Sobat blogger yang hoby bisnis juga bisa bagiin tipsny di blog ini, kan berbagi itu Indah.

Siip dah. Kalau dari sejak mahasiswa sudah mulai bisnis, yakin deeh pasti bakalan sukses kedepannya. Buat Mahasiwa yang mau bisnis nih, ini yang harus diperhatikan.

1. Peluang bisnis itu yang terdekat adalah dari hobi yang Anda minati dan cintai. Cobalah untuk mengembangkan hoby sobat, bagaimana hoby bisa mendatangkan pendapatan/income buat sobat dan keluarganya sobat. Lihatlah potensi dan galilah potensi it, apa hobi yang saat ini Anda sedang jalankan dan cintai. Sebagai contoh, jika hobi Anda adalah hobi memasak maka potensi bisnis Anda adalah di bidang kuliner. Pelajari hingga jadi ahli dalam bidang tersebut sehingga Anda akan membuka bisnis pertama Anda dari hobi Anda tersebut.

2. Kemudian sobat harus bisa punya keatifitas, karena bisnis itu harus mempunyai inovasi. Dalam hal ini sobat harus bisa melihat kebutuhan masyarakat di sekeliling sobat.

3. Selanjutnya sobat paling tidak aktif  di berbagai kegiatan kampus, banyak membangun jaringan, dengan aktif diberbagai organisasi sobat bisa menambah jaringan sobat. Contoh kecil sobat, Misalnya ada kebutuhan kaos seragam panitia, Anda bisa tawarkan pembuatan kaos tersebut. Dengan mempunyai pengalaman dari kegiatan ini, Anda akan dapat mengenal seluk beluk bisnis kaos sehingga Anda bisa membuat produk kaos untuk dijual secara umum. Dan akan banyak peluang/ide bisnis lainnya dari kegiatan di kampus.

4. Yang terpenting juga  Ikut  beberapa organisasi di kampus,tapi jangan sekedar ikut ikutan yaa..aktif dan bangun jaringan, menjadi peran penting dalam organisasi itu.. dengan mengikuti organisasi tersebut Anda akan mempunyai kesempatan belajar mengelola organisasi dan belajar kepemimpinan serta mengasah ide-ide cemerlang Anda. Sehingga pengalaman di organisasi tersebut dapat anda terapkan nanti di perusahaan yang akan Anda kelola dan pimpin. Dan dengan pengalaman di organisasi itu pun akan banyak ide-ide bisnis baru yang akan Anda ciptakan.


by : Unknown
Tren menjadi pengusaha muda belakangan ini semakin banyak terdengar, semangat anak muda yang biasa kita  lihat adalah semangat yang menggebu gebu, kadang banyak diantara mereka yang memutuskan tanpa harus mempertimbangkan secara matang.

Semangat ini perlu mendapat apresiasi, dalam dunia bisnis bukankah semangat ini dibutuhkan? betul, hanya saja mempertimbangkan secara matang juga perlu, kekhawatiran kerap kali muncul kalau itu hanya semangat diawal saja atau dalam bahasa kasarnya "hangat hangat tai ayam". 

Banyak hal yang bisa membuat semangat tadi yang awalnya menggebu gebu menjadi layu sebelum berkembang, salah satu diataranya kondisi dan perencanaan keuangan yang serampangan. 

Baiklah, ada beberapa hal yang harus diwaspadai oleh para pengusaha muda termasuk anda.

Pertama adalah hindarkan berinvestasi melebihi apa yang dibutuhkan. 
Kami mengerti bahwa anak muda diselimuti oleh faktor emosi bahwa mereka ingin  terlihat “wah” dengan bisnis yang mereka jalankan. 

Kalau meminjam artikelnya ciputra nih, dengan ingin merasa wah mereka langsung merekrut banyak karyawan, sehingga karywannya banyak, menyewa kantor di lokasi yang mahal, furnitur dan perlengkapan kantor yang serba modern. Kalau menurut Alexa von Tobel, CEO dari LearnVest.com, sebuah perusahaan konsultan keuangan, seharusnya mereka berfokus pada produk dan layanan.

Yang Kedua, seringkali pengsusaha muda mengeluarkan biaya biaya untuk sesuatu yang dianggap bisa diselesaikan sendiri. 

Keadaan ini membuat pengusaha menjadi “sok tahu” meremehkan hal hal kecil yang padahal itu penting, misalnya seperti laporang keuangan dan pajak. 

Ketiga, menggukan uang perusahaan yang melebihi kapasitas. 

Memang sih, tidak bisa dipungkiri juga karena ada kalanya, saat sudah mendapat untung, kadang  nafsu beli ini dan itu semakin tinggi. 

Baiklah sobat Blogger,sementara ini dulu tips bisnis dari kami...
Semoga sukses, kalau ada yang punya tips lain..kirim ke komuntasbloggerlombok@gmail.com, kami tunggu tipsnya sobat...

Berbagai sumber (zen